Minggu, 15 Januari 2017

⭐LAKUKANLAH SEPERTi YANG KAU JANJIKAN ITU ⭐

:: <3 @ <3 O:)
Minggu, 15 Jan 2017
Renungan Pagi

Aku merasa diberkati dengan Renungan FT pagi ini...
Minggu, 15 Januari 2017

Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
[2 Samuel 7:25]

Janji-janji Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dibuang seperti kertas sampah;
Allah bermaksud agar janji-janji itu dipergunakan. Emas Allah bukanlah seperti uang milik orang kikir, tetapi dicetak justru untuk diperdagangkan.
Tiada yang lebih menyenangkan Tuhan kita daripada melihat janji-janji-Nya beredar; Dia rindu melihat anak-anak-Nya membawa janji-janji itu kepada-Nya dan berkata, "Tuhan, lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan."
Kita memuliakan Allah ketika kita memohon pelaksanaan janji-Nya. Apakah kaukira Allah akan menjadi lebih miskin setelah memberikanmu kekayaan yang sudah Dia janjikan?
Apakah kau bermimpi bahwa kekudusan-Nya akan berkurang setelah memberikanmu kekudusan?
Apakah kau bayangkan bahwa Dia menjadi kurang murni karena mencuci dosa-dosamu?
Dia sudah berkata, "Marilah, baiklah kita berperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."

[Yesaya 1:18] Iman dibangun di atas janji pengampunan, dan iman tidak berlambat-lambat dengan berkata, "Ini adalah sebuah janji yang berharga, apakah pasti benar?" tetapi iman langsung berlari membawa janji itu ke takhta dan memohon, "Tuhan, inilah janji-Mu, 'Lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.'" Dan Tuhan kita menjawab, "Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." [Matius 15:28]

 Ketika seorang Kristen memegang suatu janji, jika tidak dibawa kepada Allah, ia tidak menghormati Allah; tetapi ketika ia bergegas menuju takhta anugerah dan berseru, "Tuhan, tidak ada alasan untuk mengabulkan permohonanku kecuali ini: 'Engkau sudah mengatakannya;'" maka keinginannya pun akan dikabulkan.
Bankir surgawi kita senang mencairkan mata uang-Nya sendiri. Jangan biarkan janji itu berkarat. Hunuslah pedang janji itu keluar dari sarungnya, dan pergunakan kesengitannya secara kudus.

 Jangan kira Allah bakal kerepotan saat engkau terus-menerus mengingatkan Dia akan janji-janji-Nya. Dia senang mendengar teriakan jiwa-jiwa yang melarat. Kesukaan-Nya adalah meloloskan permohonan-permohonan. Dia lebih siap mendengar kita daripada kita siap memohon kepada-Nya. Matahari tidak bosan bersinar, mata air pun tidak bosan mengalir.
Menepati janji-janji-Nya merupakan kodrat Allah; oleh karena itu, sekarang juga pergilah ke takhta dan katakan, "Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu."
Amiiin... O:)

____________________
Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.
Kirim perbaikan

O:) <3 @ <3 :: :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar